Kebudayaan

Latest Posts

Dilema Buku Bajakan di Lingkungan Kampus

Lahirnya sebuah buku merupakan proses yang tidak bisa dikatakan mudah. Berawal dari penulis lalu penerbit dilanjutkan oleh distributor menuju penjual hingga sampai ke [lanjut baca]

Laporan dan Pertanyaan serta Pernyataan Diskusi Meja Bundar NIOD 31 Januari 2019

Publikasi laporan: 25 maret 2019 Oleh: Histori BersamaLaporan in dikirim kepada pemerintah Belanda, pemerintah Indonesia, serta media masa. Unduh laporan Pendahuluan Pada hari Kamis, 31 [lanjut baca]

Kodikologi dan Proyek Digitalisasi Naskah Keraton Yogyakarta

Para peneliti kajian kodikologi mungkin sudah tidak asing dengan istilah don’t judge a book by its cover. Pernyataan itu seperti mempunyai makna negatif [lanjut baca]

Dekonstruksi Citra Pangeran Diponegoro dalam Pameran Sastra-Rupa

Babad Diponegoro terpilih sebagai Memory of the World oleh UNESCO pada 2013 lalu. Babad Diponegoro itu ditulis sendiri oleh Pangeran Diponegoro ketika diasingkan [lanjut baca]

Melani Budianta: Kurasi Lebih Baik daripada Kanon Sastra

Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) baru-baru ini dihelat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan di Jakarta, 5-9 Desember 2018 lalu. Bidang sastra turut [lanjut baca]

Punk Muslim: Kemanusiaan dan Politik Kebudayaan

Penulis:  Moch. Zainul Arifin Penyunting: Adek Risma Dedees Kosa kata apa yang mampu mendeskripsikan kondisi kemanusiaan dan kebudayaan kita hari-hari ini? Dan kira-kira [lanjut baca]

Palang Merah Berdarah: Tragedi Peniwen (Bagian 2)

Gambar di Monumen Tragedi Peniwen (Dok. YGP) Palang Merah Berdarah bagian 1 Penulis: Yongky Gigih Prasisko Tahun 1947 di Desa Peniwen, berdiri rumah [lanjut baca]

Seberapa Buruk dan Kejamnya Belanda pada Kita?

Oleh: Endy M. Bayuni, kepala editor The Jakarta Post. Jangan salah paham dulu. Saya cinta orang Belanda, begitu juga dengan bangsa lain. Sebagian [lanjut baca]

Palang Merah Berdarah: Kesaksian J.S. Suwarso* (Bagian 1)

Penulis: Yongky Gigih Prasisko Latar Belakang: 19 Desember 1948, Belanda melanggar perjanjian Renville dengan menyerang ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta. Sebelumnya perjanjian Linggarjati [lanjut baca]

Penelitian Belanda: Dekolonisasi atau Rekolonisasi Sejarah?

Kamis malam, 13 September 2018, bertempat di Pakhuis de Zwijger, Amsterdam, Belanda, berlangsung acara publik kedua tentang penelitian Belanda tahun 1945-1949. Acara tersebut, [lanjut baca]

JEFFRY PONDAAG: TIDAK ADA SATU NEGARA YANG MEMBENARKAN KOLONIALISME SAMPAI SEKARANG

Pada 14 September 2017, proyek penelitian “Decolonization, Violence and War in Indonesia, 1945-1950” diluncurkan di Belanda. Proyek penelitian ini meneliti tentang “kekerasan ekstrim” [lanjut baca]

SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DARI PROYEK RISET BELANDA TENTANG MASA PERANG 1945-1950 DI INDONESIA?

Sebagai orang Indonesia dan juga calon pengacara Australia yang tertarik dengan isu-isu yang berkaitan dengan segala aspek berwacana pasca-kolonial masyarakat kontemporer Indonesia, saya [lanjut baca]

Max Lane: Mustahil Satu Negeri pada Abad 21 Bisa Bangkit dan Melawan AS dan Uni Eropa tanpa Rakyat Sendiri Mengerti Dunia

Indonesia hari ini sedang menghadapi tahun-tahun politik yakni sederetan pemilu serentak mulai dari pilkada yang sudah dihelat Juni lalu hingga pileg dan pilpres [lanjut baca]

Konco Wingking : Domestifikasi Ala Perempuan Jawa

 “Ya kalo sudah menikah memang begitu. Dadi konco wingking lah. Perempuan jawa ya begitu ”                  [lanjut baca]

Mubyarto: Jayalah Ekonomi Kerakyatan!

Pembangunan ekonomi sangat mempengaruhi tingkat kemakmuran suatu negara. Namun, pembangunan ekonomi yang sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar tidak akan secara otomatis membawa kesejahteraan [lanjut baca]

Tentang Njoto dan Keluarga: Wawancara dengan Svetlana Dayani

 “Stigma dan diskriminasi terhadap penyintas ‘65, sudahi dan berhenti pada kami. Jangan berlanjut kepada generasi berikutnya, karena itu sudah di luar akal sehat.” [lanjut baca]

Matrilineal pada Sistem Budaya Patriarki

Sebelum saya bertolak ke Jawa, di depan saya, sahabat saya melepaskan kebuncahan di dada yang mungkin sekian tahun ia pendam sendiri. Ayah yang [lanjut baca]

Budaya Ruang Ketiga dari Homi K. Bhabha

Pertemuan yang Konfliktual dan Antagonistik Buku Homi K. Bhabha The Location of Culture (1994) merupakan kumpulan tulisan yang telah diterbitkan pada beberapa karya [lanjut baca]

Kota yang Kehilangan Hantu-hantunya

Kota adalah kumpulan dari pemikiran. Mulanya ia adalah tanah tak berpenghuni. Kemudian manusia datang, berpikir, dan membangun. Mulailah tanah itu dijejali bangunan yang [lanjut baca]

Buruh Hari Ini : Dari Politik Menuju Gerakan Sosial Baru.

Tulisan ini bermula dari pengalaman sederhana. Pertama, sependek pengamatan saya, tidak ada satu partai politik pun yang terlibat aksi di hari buruh 1 [lanjut baca]

Festival Film Surabaya 2016: Catatan tentang Borjuis-Bohemian

Berbicara tentang festival film, tak dapat dipungkiri, kita sedang membicarakan potensi kelas menengah. David Brooks menyebutnya sebagai kelas ‘Bobo’ (Borjuis-Bohemian). Mereka adalah kelompok [lanjut baca]

Psikoanalisa, Dongeng Hiburan yang ‘Saintifik’

Jika anda menyaksikan film dokumenter karya Slavoz Zizek tentang analisis film, anda akan menjumpai tebaran teori psikoanalisa beserta istilah-istilah teknisnya. Zizek dengan fasih [lanjut baca]

LGBT: Imperialisme Tubuh Borjuis

Tubuh merupakan pusat dan lokus kekuasaan. Dia begitu lentur dan fleksibel dibentuk sesuai dengan rezim kekuasaan. Diskursus apapun berusaha mendisiplinkan tubuh demi terbentuknya [lanjut baca]

Joshua Oppenheimer: Senyap Adalah Penegasan Optimisme Rekonsiliasi ’65 (Bagian 2 – Habis)

Baca Bagian 1 KAA: Tokoh utama dalam film Senyap, Adi Rukun dan keluarga, juga termasuk anda sendiri, apakah sudah ada jaminan keselamatan? JO: [lanjut baca]

Joshua Oppenheimer: Senyap Adalah Penegasan Optimisme Rekonsiliasi ‘65 (Bagian 1)

Kebangkitan diskursus Tragedi 1965 tak dapat dipisahkan dari dua film menohok besutan Joshua Oppenheimer: Jagal (The Act of Killing) dan Senyap (The Look [lanjut baca]

Yang Tersisa dari Adab Berpolitik di Indonesia

Potret sengkarutnya kondisi politik di Indonesia selalu dapat dilihat menjelang momen-momen politik; Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 misalnya. Seolah mengulang sejarah ketika Jokowi-Ahok [lanjut baca]

Dilema Menteri Susi: Antara Nelayan dan Kemaritiman Indonesia

Bertepatan dengan perayaan Hari Nelayan Nasional, 6 April 2016 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, didemo besar-besaran oleh ribuan nelayan [lanjut baca]

Masakan dan Bahasa: Melawan Stereotipikal Kultural

Cita rasa masakan sering dikaitkan dengan identitas kultural. Misalnya, masakan Yogyakarta yang didominasi oleh rasa manis dan berbumbu samar seturut dengan cara berkomunikasi [lanjut baca]

Menggantungkan Masa Depan di Era Kekeliruan Informasi

Revolusi digital berimplikasi besar terhadap kemunculan masyarakat informasi, masyarakat yang memiliki kapabilitas ekonomi, sosial, kultural, hingga militer yang berbasis pada informasi. Lalu-lalang transfer [lanjut baca]

Memasak Sayur Tanpa Sayuran

Belakangan, jika menonton film-film keluaran Hollywood yang tayang ulang di televisi menuntut kita menggunakan imajinasi yang lebih. Bukan karena ragam bahasa yang digunakan, [lanjut baca]

LGBT Lebih dari Sekadar ‘Fan Club’

Masyarakat kontemporer ditandai dengan serba ketidakmenentuan karena berbagai macam arus informasi yang silang sengkarut. Hal ini turut didukung oleh kemajuan teknologi yang kemudian [lanjut baca]

Menyikat Gigi Selepas Makan Siang

Penulis Naked Traveller, Trinity, sewaktu melanjutkan studi di Filipina, bercerita tentang kebiasaan dan kedisiplinan orang-orang muda di Manila dalam merawat kebersihan gigi dan [lanjut baca]

Warung Kopi Viral

Menenteng ‘Warung Kopi’ Viral Kemana-mana Seorang teman jauh-jauh dari ujung Sumatera sana ketika sampai di Yogyakarta ingin sekali pulang kampung. Bukan kangen pada [lanjut baca]

Strukturasi LGBT

Strukturasi adalah interaksi yang dilakukan oleh aktor sosial dan struktur sosial yang membentuk repetisi sosial. Sekurang-kurangnya ada tiga struktur yang disebutkan Giddens dalam [lanjut baca]

Mitos Pedalungan

Kawasan pesisir utara Jawa Timur, yang terbentang dari Tuban, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, sampai Banyuwangi, secara historis memiliki kedekatan hubungan dengan pulau seberangnya, [lanjut baca]

Invasi Kebudayaan : Dibalik Persaudaraan Jepang-Indonesia

Korea Selatan, setelah mengalami kemunduran ekonomi yang cukup signifikan pada tahun 1998, mengkreasikan sebuah strategi soft power untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi, yang [lanjut baca]

Leave a Reply