Kebudayaan

Latest Posts

Dari Ekranisasi ke Kanon Sastra Indonesia (2)

Baca Bagian 1 Sebagai peneliti sastra dan film, Anda juga punya koleksi. Apa saja barang-barang koleksi Anda? Sementara saya fokus mengoleksi foto, kartu [lanjut baca]

Dari Ekranisasi ke Kanon Sastra Indonesia (1)

Praktik adaptasi dari karya sastra ke film telah berlangsung sejak zaman kolonial hingga hari ini, namun nampaknya masih jarang sekali penelitian tentangnya. Proses [lanjut baca]

Wanita-Wanita Perkasa

Wanita Berjuang dalam Kekangan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuangkan kata wanita dengan arti wanita dewasa. Sedangkan dalam Bahasa Jawa kata wanita berasal [lanjut baca]

Keluarga Korban Indonesia Menuntut Keadilan

“Dia menembak kepala ayah saya. Saat itu saya berumur 11 tahun” Kini mereka sudah tua; namun dalam dokumen hukum, mereka disebut “anak-anak dari [lanjut baca]

Tak Semua Eksekusi Singkat Dianggap Sama

Hak Asasi Manusia (HAM) dan eksekusi muncul di berita dan MP Sjoerd Sjoerdsma dari partai moderat kiri D’66 telah dan terus bekerja keras. [lanjut baca]

Bermurah-hatilah pada para Korban Indonesia

Belanda memilih untuk menyelidiki masa lalunya kembali daripada mengakui penderitaan para penyintas Untuk pertama kalinya, anggota parlemen di Komisi Urusan Luar Negeri menerima [lanjut baca]

Ekonomi Politik Pascakolonial Indonesia-Belanda

Latar Belakang Indonesia dan Belanda merupakan dua bangsa yang terhubung melalui sejarah kolonialisme. Sejarah rumit dan pelik itu yang berlangsung selama berabad-abad lamanya [lanjut baca]

Dilema Buku Bajakan di Lingkungan Kampus

Lahirnya sebuah buku merupakan proses yang tidak bisa dikatakan mudah. Berawal dari penulis lalu penerbit dilanjutkan oleh distributor menuju penjual hingga sampai ke [lanjut baca]

Laporan dan Pertanyaan serta Pernyataan Diskusi Meja Bundar NIOD 31 Januari 2019

Publikasi laporan: 25 maret 2019 Oleh: Histori BersamaLaporan in dikirim kepada pemerintah Belanda, pemerintah Indonesia, serta media masa. Unduh laporan Pendahuluan Pada hari Kamis, 31 [lanjut baca]

Kodikologi dan Proyek Digitalisasi Naskah Keraton Yogyakarta

Para peneliti kajian kodikologi mungkin sudah tidak asing dengan istilah don’t judge a book by its cover. Pernyataan itu seperti mempunyai makna negatif [lanjut baca]

Dekonstruksi Citra Pangeran Diponegoro dalam Pameran Sastra-Rupa

Babad Diponegoro terpilih sebagai Memory of the World oleh UNESCO pada 2013 lalu. Babad Diponegoro itu ditulis sendiri oleh Pangeran Diponegoro ketika diasingkan [lanjut baca]

Melani Budianta: Kurasi Lebih Baik daripada Kanon Sastra

Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) baru-baru ini dihelat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan di Jakarta, 5-9 Desember 2018 lalu. Bidang sastra turut [lanjut baca]

Punk Muslim: Kemanusiaan dan Politik Kebudayaan

Penulis:  Moch. Zainul Arifin Penyunting: Adek Risma Dedees Kosa kata apa yang mampu mendeskripsikan kondisi kemanusiaan dan kebudayaan kita hari-hari ini? Dan kira-kira [lanjut baca]

Palang Merah Berdarah: Tragedi Peniwen (Bagian 2)

Gambar di Monumen Tragedi Peniwen (Dok. YGP) Palang Merah Berdarah bagian 1 Penulis: Yongky Gigih Prasisko Tahun 1947 di Desa Peniwen, berdiri rumah [lanjut baca]

Seberapa Buruk dan Kejamnya Belanda pada Kita?

Oleh: Endy M. Bayuni, kepala editor The Jakarta Post. Jangan salah paham dulu. Saya cinta orang Belanda, begitu juga dengan bangsa lain. Sebagian [lanjut baca]

Palang Merah Berdarah: Kesaksian J.S. Suwarso* (Bagian 1)

Penulis: Yongky Gigih Prasisko Latar Belakang: 19 Desember 1948, Belanda melanggar perjanjian Renville dengan menyerang ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta. Sebelumnya perjanjian Linggarjati [lanjut baca]

Penelitian Belanda: Dekolonisasi atau Rekolonisasi Sejarah?

Kamis malam, 13 September 2018, bertempat di Pakhuis de Zwijger, Amsterdam, Belanda, berlangsung acara publik kedua tentang penelitian Belanda tahun 1945-1949. Acara tersebut, [lanjut baca]

JEFFRY PONDAAG: TIDAK ADA SATU NEGARA YANG MEMBENARKAN KOLONIALISME SAMPAI SEKARANG

Pada 14 September 2017, proyek penelitian “Decolonization, Violence and War in Indonesia, 1945-1950” diluncurkan di Belanda. Proyek penelitian ini meneliti tentang “kekerasan ekstrim” [lanjut baca]

SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DARI PROYEK RISET BELANDA TENTANG MASA PERANG 1945-1950 DI INDONESIA?

Sebagai orang Indonesia dan juga calon pengacara Australia yang tertarik dengan isu-isu yang berkaitan dengan segala aspek berwacana pasca-kolonial masyarakat kontemporer Indonesia, saya [lanjut baca]

Max Lane: Mustahil Satu Negeri pada Abad 21 Bisa Bangkit dan Melawan AS dan Uni Eropa tanpa Rakyat Sendiri Mengerti Dunia

Indonesia hari ini sedang menghadapi tahun-tahun politik yakni sederetan pemilu serentak mulai dari pilkada yang sudah dihelat Juni lalu hingga pileg dan pilpres [lanjut baca]

Konco Wingking : Domestifikasi Ala Perempuan Jawa

 “Ya kalo sudah menikah memang begitu. Dadi konco wingking lah. Perempuan jawa ya begitu ”                  [lanjut baca]

Mubyarto: Jayalah Ekonomi Kerakyatan!

Pembangunan ekonomi sangat mempengaruhi tingkat kemakmuran suatu negara. Namun, pembangunan ekonomi yang sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar tidak akan secara otomatis membawa kesejahteraan [lanjut baca]

Tentang Njoto dan Keluarga: Wawancara dengan Svetlana Dayani

 “Stigma dan diskriminasi terhadap penyintas ‘65, sudahi dan berhenti pada kami. Jangan berlanjut kepada generasi berikutnya, karena itu sudah di luar akal sehat.” [lanjut baca]

Matrilineal pada Sistem Budaya Patriarki

Sebelum saya bertolak ke Jawa, di depan saya, sahabat saya melepaskan kebuncahan di dada yang mungkin sekian tahun ia pendam sendiri. Ayah yang [lanjut baca]

Budaya Ruang Ketiga dari Homi K. Bhabha

Pertemuan yang Konfliktual dan Antagonistik Buku Homi K. Bhabha The Location of Culture (1994) merupakan kumpulan tulisan yang telah diterbitkan pada beberapa karya [lanjut baca]

Kota yang Kehilangan Hantu-hantunya

Kota adalah kumpulan dari pemikiran. Mulanya ia adalah tanah tak berpenghuni. Kemudian manusia datang, berpikir, dan membangun. Mulailah tanah itu dijejali bangunan yang [lanjut baca]

Buruh Hari Ini : Dari Politik Menuju Gerakan Sosial Baru.

Tulisan ini bermula dari pengalaman sederhana. Pertama, sependek pengamatan saya, tidak ada satu partai politik pun yang terlibat aksi di hari buruh 1 [lanjut baca]

Festival Film Surabaya 2016: Catatan tentang Borjuis-Bohemian

Berbicara tentang festival film, tak dapat dipungkiri, kita sedang membicarakan potensi kelas menengah. David Brooks menyebutnya sebagai kelas ‘Bobo’ (Borjuis-Bohemian). Mereka adalah kelompok [lanjut baca]

Psikoanalisa, Dongeng Hiburan yang ‘Saintifik’

Jika anda menyaksikan film dokumenter karya Slavoz Zizek tentang analisis film, anda akan menjumpai tebaran teori psikoanalisa beserta istilah-istilah teknisnya. Zizek dengan fasih [lanjut baca]

LGBT: Imperialisme Tubuh Borjuis

Tubuh merupakan pusat dan lokus kekuasaan. Dia begitu lentur dan fleksibel dibentuk sesuai dengan rezim kekuasaan. Diskursus apapun berusaha mendisiplinkan tubuh demi terbentuknya [lanjut baca]

Joshua Oppenheimer: Senyap Adalah Penegasan Optimisme Rekonsiliasi ’65 (Bagian 2 – Habis)

Baca Bagian 1 KAA: Tokoh utama dalam film Senyap, Adi Rukun dan keluarga, juga termasuk anda sendiri, apakah sudah ada jaminan keselamatan? JO: [lanjut baca]

Joshua Oppenheimer: Senyap Adalah Penegasan Optimisme Rekonsiliasi ‘65 (Bagian 1)

Kebangkitan diskursus Tragedi 1965 tak dapat dipisahkan dari dua film menohok besutan Joshua Oppenheimer: Jagal (The Act of Killing) dan Senyap (The Look [lanjut baca]

Yang Tersisa dari Adab Berpolitik di Indonesia

Potret sengkarutnya kondisi politik di Indonesia selalu dapat dilihat menjelang momen-momen politik; Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 misalnya. Seolah mengulang sejarah ketika Jokowi-Ahok [lanjut baca]

Dilema Menteri Susi: Antara Nelayan dan Kemaritiman Indonesia

Bertepatan dengan perayaan Hari Nelayan Nasional, 6 April 2016 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, didemo besar-besaran oleh ribuan nelayan [lanjut baca]

Masakan dan Bahasa: Melawan Stereotipikal Kultural

Cita rasa masakan sering dikaitkan dengan identitas kultural. Misalnya, masakan Yogyakarta yang didominasi oleh rasa manis dan berbumbu samar seturut dengan cara berkomunikasi [lanjut baca]

Menggantungkan Masa Depan di Era Kekeliruan Informasi

Revolusi digital berimplikasi besar terhadap kemunculan masyarakat informasi, masyarakat yang memiliki kapabilitas ekonomi, sosial, kultural, hingga militer yang berbasis pada informasi. Lalu-lalang transfer [lanjut baca]

Memasak Sayur Tanpa Sayuran

Belakangan, jika menonton film-film keluaran Hollywood yang tayang ulang di televisi menuntut kita menggunakan imajinasi yang lebih. Bukan karena ragam bahasa yang digunakan, [lanjut baca]

LGBT Lebih dari Sekadar ‘Fan Club’

Masyarakat kontemporer ditandai dengan serba ketidakmenentuan karena berbagai macam arus informasi yang silang sengkarut. Hal ini turut didukung oleh kemajuan teknologi yang kemudian [lanjut baca]

Menyikat Gigi Selepas Makan Siang

Penulis Naked Traveller, Trinity, sewaktu melanjutkan studi di Filipina, bercerita tentang kebiasaan dan kedisiplinan orang-orang muda di Manila dalam merawat kebersihan gigi dan [lanjut baca]

Warung Kopi Viral

Menenteng ‘Warung Kopi’ Viral Kemana-mana Seorang teman jauh-jauh dari ujung Sumatera sana ketika sampai di Yogyakarta ingin sekali pulang kampung. Bukan kangen pada [lanjut baca]

Strukturasi LGBT

Strukturasi adalah interaksi yang dilakukan oleh aktor sosial dan struktur sosial yang membentuk repetisi sosial. Sekurang-kurangnya ada tiga struktur yang disebutkan Giddens dalam [lanjut baca]

Mitos Pedalungan

Kawasan pesisir utara Jawa Timur, yang terbentang dari Tuban, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, sampai Banyuwangi, secara historis memiliki kedekatan hubungan dengan pulau seberangnya, [lanjut baca]

Invasi Kebudayaan : Dibalik Persaudaraan Jepang-Indonesia

Korea Selatan, setelah mengalami kemunduran ekonomi yang cukup signifikan pada tahun 1998, mengkreasikan sebuah strategi soft power untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi, yang [lanjut baca]

Leave a Reply