Brikolase.com – Celine Gouw, orang Indonesia yang bekerja sebagai karyawan kedai kopi di Inggris membagikan cerita tentang sistem keamanan toko di Inggris.
Ia membagikan pengalaman menarik dan cukup mengejutkan: di Inggris, karyawan toko dilarang menyentuh atau mengejar pencuri.
Lho, kok bisa? Bukankah harusnya maling ditangkap?
Ternyata, sistem keamanan dan protokol di Inggris sangat berbeda dengan yang biasa kita lihat di Indonesia.
Demi keselamatan karyawan, mereka justru diminta untuk tidak melakukan konfrontasi fisik sama sekali.
Celine menjelaskan bahwa di tempat ia bekerja, manajernya selalu mengingatkan:
“Kalau ada pencuri, kamu cukup lihat apa yang dia ambil. Masukkan ke sistem pencurian. Jangan kejar, jangan sentuh, apalagi serang duluan,” katanya via akun TikTok @celinegouw.
Hal ini dilakukan demi keselamatan karyawan, karena kasus penikaman oleh pencuri cukup sering terjadi di Inggris. Bahkan, hanya karena masalah sepele seperti makanan ringan atau sandwich, pencuri bisa membawa senjata tajam.
Kenapa Tidak Boleh Menyentuh Pencuri?
Jika karyawan menyentuh pencuri terlebih dahulu, maka secara hukum karyawan bisa dianggap bersalah.
Dalam sistem hukum Inggris, prinsip “jangan sentuh duluan” sangat dijunjung tinggi, kecuali dalam situasi pembelaan diri yang sah.
“Kalau kita sentuh duluan, kita yang salah. Kita cuma boleh melawan kalau sudah dalam situasi self-defense,” ungkap Celine.
Hal mengejutkan lainnya, ketika pencurian terjadi, polisi tidak langsung datang, terutama jika barang yang dicuri nilainya kecil, seperti makanan ringan.
“Aku sudah telpon. Polisi nggak datang. Ya karena cuma sandwich, nilainya cuma beberapa pound.”
CCTV Lebih Penting daripada Konfrontasi
Alih-alih bertindak sendiri, toko akan menyerahkan rekaman CCTV resmi kepada pihak berwenang.
Karyawan juga tidak diperbolehkan merekam dengan ponsel pribadi, apalagi menghadapi pencuri secara langsung.
Celine bahkan menceritakan pengalaman temannya yang mencoba menahan pencuri.
“Temenku sempat nahan pencuri. Tapi pas manajer lihat videonya, langsung bilang: jangan ditahan, itu salah,” kata Celine.
Cerita ini tentu mengundang berbeda dengan cara di Indonesia.
Di Indonesia, masyarakat cenderung mengejar dan menangkap pencuri bahkan dengan kekerasan.
Namun, pendekatan di Inggris sangat berbeda, lebih mengutamakan keselamatan daripada konfrontasi.
Cerita Celine Gouw ini menekankan bahwa protokol keamanan di Inggris sangat ketat dan sistematis.
Menyentuh atau mengejar pencuri bisa berujung pada masalah hukum bagi karyawan toko.
Daripada mengambil risiko, lebih baik patuhi sistem: amati, laporkan, dan biarkan pihak berwenang yang menangani.***
Bacaan terkait
Pemred Media Brikolase
Editor in chief
Email:
yongky@brikolase.com / yongky.g.prasisko@gmail.com

