Media Komunitas :Meng-counter Dominasi Media Arus Utama

Kamis (21/4), Jagongan Media Rakyat 2016 menghelat diskusi bertajuk Pergulatan Media Komunitas di Tengah Arus Media Baru. Rembug yang diadakan di Ruang Radio Jogja National Museum ini banyak memperbincangkan peran media/radio komunitas kaitannya dengan media baru (facebook, twitter, youtube dsb.)

Media komunitas banyak berperan sebagai pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini warga berdaya dalam mengelola informasi di daerahnya.  Media-media arus utama (mainstream) kerap dinilai memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kasus di Aceh misalkan, pada saat tsunami maupun jajak pendapat. Banyak survei dan media arus utama yang memberikan data kurang akurat dan berpihak yang mengakibatkan falsifikasi data. Media komunitas meng-counter berbagai macam informasi yang berkembang, dengan mengakomodasi suara-suara masyarakat secara langsung.

JMR2016-Media Komunitas 2

Selain itu, kecepatan informasi media komunitas bisa mempengaruhi tanggap-cepat dari pemangku kebijakan. Speaker Kampung, misalkan, pernah memberitakan tentang  bencana banjir di salah satu desa di daerah pegunungan di Lombok. Media besar sulit untuk menjangkau informasi ini. Maka dari itu, Speaker Kampung mengatasi persoalan informasi ini, memberitakannya di media mereka, dan syukur langsung didengar oleh pejabat, bahkan Gubernur langsung datang ke lokasi. Peran keberdayaan informasi ini mampu meminimalisir korban, kerugian materi serta peran pemulihan kondisi daerah bencana, berkat tanggap-cepat dari pihak pemerintah.

Media komunitas tidak bisa hidup tanpa peran serta masyarakat sekitar. Masyarakat mesti merasa memiliki media komunitas di daerahnya. Masyarakat bisa berbagi satu sama lain dan mengkonsolidasikan dirinya. Terutama mampu memangkas jarak daerah dengan pemerintah. Masyarakat bisa menyuarakan aspirasinya dengan cukup demokratis dalam media yang dimilikinya sendiri.

Media baru tidak hendak menggantikan media komunitas. Media baru bahkan dinilai sebagai pelengkap yang turut mendukung perkembangan media komunitas. Live streaming di Youtube, misalkan, mampu mengatasi siaran aktual dengan kemasan kualitas yang baik, serta biaya yang sangat murah.

(YGP)

Leave a Reply